Jembatan Kesadaran
Dari percakapan yang jujur dan tenang,
lahir kesadaran yang tumbuh perlahan.
Ia menjahit luka dengan harapan terang,
menyatukan nalar dan nurani dalam keheningan.
Bukan untuk menolak arus zaman,
melainkan menuntun arah perubahan.
Agar manusia tak hilang di tengah pasar,
tetapi tetap berjalan sebagai diri yang merdeka dan sadar.
Di jembatan itu, dialog berpadu,
antara logika, cinta, dan waktu.
Setiap tanya menjadi nyala,
menerangi jalan di tengah gelap wacana.
Maka lahirlah generasi pembaru,
yang tak tunduk pada nilai semu.
Mereka membaca dunia dengan nurani,
dan menulis masa depan dengan empati
Penjelasan Puisi
Bait pertama:
Menggambarkan realitas pendidikan modern yang sering terseret dalam logika neoliberalisme di mana pengetahuan dijual sebagai komoditas, bukan lagi sarana pembebasan. Namun, di tengah sistem yang bising itu, muncul kesadaran kecil, keinginan untuk memahami kembali makna sejati belajar dan tujuan pengetahuan.
Bait kedua:
Menunjukkan proses lahirnya pendidikan kritis. Ia tidak hadir melalui paksaan, tetapi melalui dialog dan refleksi yang jujur. “Menjahit luka dengan harapan terang” melambangkan upaya memperbaiki ketimpangan sosial dan moral dengan kesadaran baru yang lahir dari nalar dan empati.
Bait ketiga:
Menegaskan bahwa pendidikan kritis bukan gerakan penolakan terhadap kemajuan, melainkan upaya menata kembali arah peradaban agar tetap berpihak pada manusia. Puisi ditutup dengan ajakan untuk tetap sadar dan merdeka tidak terserap oleh arus pasar, tetapi menjadi manusia yang memaknai hidup dan pengetahuan dengan hati.
Bait keempat:
Menggambarkan pendidikan kritis sebagai ruang dialog hidup, tempat logika dan kemanusiaan bertemu. “Setiap tanya menjadi nyala” melambangkan semangat berpikir kritis yang menerangi kebingungan akibat dominasi sistem neoliberal.
Bait kelima:
Menutup puisi dengan nada optimistis. Bait ini menampilkan lahirnya generasi baru yang berani berpikir dan bertindak dengan empati, bukan sekadar mengikuti arus ekonomi atau kekuasaan. Mereka menjadi simbol harapan bahwa pendidikan kritis mampu menciptakan perubahan sosial yang berkeadilan dan manusiawi.